Sabtu, 18 April 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Senyum Indonesia Impian Dunia
Senin, 10-06-2024 - 07:32:02 WIB
Nurhasanah, M.Pd
TERKAIT:
   
 

Nurhasanah, M.Pd

Sebastian Veron. Siapa yang tidak mengenal pemain timnas Argentina satu ini?

Selain Messi, Argentina memiliki Sebastian Veron, salah satu pemain andalan dari negara  tersebut. Selain menjadi andalan timnas Argentina, Sebastian juga pernah menjadi icon penting di Manchester United. Ia menjadi gelandang yang diperhitungkan pada masanya. 

Diam-diam pemain satu ini sangat mengagumi Indonesia. 

"Tidak ada senyum setulus senyum warga Indonesia, saya sangat betah di Indonesia, senyum masyarakat Indonesia adalah alasan saya."

Begitu kira-kira, sekelumit perbincangan dikutip dari laman media digital--tvOne news. 

Henry Lau, salah satu personel Super Junior-M asal Korea, mengakui cara senyum orang Indonesia adalah salah satu yang paling ia sukai. 

"Awalnya cuma suka makanannya, lama -lama jadi betah karena senyum orangnya," ungkap Henry Lau, yang pada akhirnya sering berkunjung ke Indonesia dan bersahabat dengan Raffi Ahmad. 

Park Bo Young, juga salah satu artis Korea. Ia salah satu selebritis Korea yang sama sekali tidak takut dengan jalanan Indonesia. Menurut Park Bo Young. Orang Indonesia itu sangat baik. Ramah, dan tingkat berbuat jahatnya lebih rendah dari negara lain. 

Mungkin maksud Park Bo Young, sebenarnya orang Indonesia ini sangat mudah untuk diajak bicara dari hati ke hati. 

Menurut Park Bo Young. Indonesia sangat unik dan hangat, hangat maksudnya bukan cuacanya, tapi orang-orangnya. Senyum hangat tanpa kemunafikan hanya ada di Indonesia. Begitu pendapatnya. 

Di antara negara lain ia memilih Indonesia sebagai negara pemimpin senyum hangat tanpa dibuat-buat. 

Dr Syekh Muhammad Taufiq Said Ramadhan, ketua ulama asal Suriah. Pernah berpidato seperti ini:

أيها الإخوة الكرام يا أبناء أندنوسيا، تلك الأرض المباركة التي أحب أبناؤها الإسلام فدخلوا فيه حباً به، وإعجاباً بما وجدوه من الأخلاق الكريمة والصفات الحميدة فيمن تعاملوا معهم من المسلمين، فغدوا أكبر بلد مسلم بسكانه واتساع رقعته.

Wahai saudaraku yang mulia di Indonesia, negeri yang penuh dengan keberkahan, yang penduduknya mencintai Islam, lalu memeluk Islam juga karena cinta terhadap agama ini, karena mereka merasa kagum dengan akhlak mulia yang mereka temukan dalam Islam, serta sifat-sifat terpuji dari umat Islam yang bersosialisasi dengan mereka. Suatu fakta yang meniscayakan Indonesia menjadi negeri muslim terbesar, dengan penduduk dan luas teritorialnya.

لقد وجدت فيكم من صفاء الفطرة ودماثة الخلق ما جعلني أحب هذه البلاد وشعبها، وأشعر بأنهم يمثلون الصفاء الذي تفتقر إليه كثير من الشعوب المسلمة.

Saya temukan pada diri kalian, kemurnian fitrah dan akhlak yang baik, sesuatu yang menjadikan saya sangat cinta pada negeri ini dan penduduknya. Saya merasakan, penduduk Indonesia berhasil merepresentasikan kejernihan bersikap yang dibutuhkan oleh banyak bangsa-bangsa Muslim.

المسلمون اليوم بحاجة إلى صدق التمسك بالإسلام الحق، البعيد عما يشوهه، بحاجة إلى تطبيق إرشادات غابت عن عقولنا، هي من صلب شريعتنا، وأسس ديننا. وإلا فإن الخطر سيصيب الأمة ويودي بها إلى الهلاك.

Umat Islam saat ini membutuhkan keteguhan dalam berpegang diri pada Islam yang benar, yang jauh dari propaganda yang mereduksi kebenaran ajarannya. Umat Islam butuh untuk mempraktikkan semua petuah, yang sementara ini hilang dari pikiran kita, adalah inti syariat dan dasar agama kita. Jika tidak, maka bahaya mengancam umat dan akan menghancurkannya.

لا أدري لماذا التفرق والتمزق يسري في كيان أمتنا ونحن الذي قال فيهم الله تعالى: ﴿إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ}  وقال آمرا وموجهاً وممتناً أيضاً: {وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ }

وقال لنا: {إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ} 

Saya tidak mengerti, mengapa perpecahan dan perselisihan menimpa umat ini, padahal kita adalah umat yang disebut oleh Allah dalam firman-Nya: “Sungguh agama tauhid inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya': 92)

Allah memerintahkan, sekaligus menguji kita dalam perintah-Nya, “Dan berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu kalian agar kamu mendapatkan petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Allah juga berfirman kepada kita: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu (yang berselisih). Bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

(Penggalan pidato ini dikutip dari media laman NU online.)

Kehangatan bangsa Indonesia telah viral di seluruh dunia. Indonesia terkenal dengan "sesama Indonesia bagai saudara kandung" pernah saling bertengkar tapi tetap garda terdepan jika saudara sebangsa disakiti orang lain. 

Selain Syekh Muhammad Taufiq Said Ramadhan, Kehangatan Indonesia juga dipuji oleh Syekh Imron Hosein. Pakar filsafat asal Pakistan. Salah satu Syekh yang merasakan hidup d berbagai negara. 

Viral berikutnya adalah Syekh Imron Hosein.  Seorang filsuf, Sunni. Pengarang ratusan buku. Dalam satu media yang viral di kanal YouTube berbagai negara, seseorang bertanya padanya. "Ke negara manakah kami pergi di akhir zaman ini, yang mana kami bisa beramal dengan baik, anak-anak kami mendapatkan pendidikan agama yang baik?

Secara tegas ia menyebutkan,

"Saya memiliki buku kecil berjudul Al-Qur'an, Perang Besar dan Barat. Andai anda memilih tinggal di Inggris, Belanda atau Belgia (karena pendidikan bagus) maka itu pilihan anda, tapi kapal ini akan tenggelam (maksudnya tiga negara ini akan hancur tanpa perlawanan) tidak ada yang bisa mencegahnya. Jika anda masih berada dalam kapal yang tenggelam betapa anda bodoh."

Lalu, host kembali bertanya, 

"Lalu kapal mana yang tidak akan tenggelam? tetapi bukan Bangladesh," ucap host sambil tertawa kecil. (Seperti menertawakan Bangladesh. Karena awal perbincangan Syekh tersebut menceritakan tentang Bangladesh yang hobi menyetir tabrak lari)

Lalu Syekh Imron Hosein menjawab,

"Andai aku disuruh, tanpa berpikir, bahkan menutup mata, aku akan memilih tinggal di Indonesia," ucapnya tegas. Video ini sudah beratus kali dibahas di podcast kalangan- kalangan luar negeri. Termasuk negara tetangga Malaysia. 

Apa alasan filsuf terkenal itu memilih Indonesia?

"Indonesia itu negara miskin, rakyatnya menderita, tapi saya belum pernah menemukan senyum (di negara manapun) yang lebih manis dari pada senyum orang Indonesia."

Ma sya Allah. 

Syekh Uthman, salah satu pendakwah viral yang telah mengislamkan 2000 lebih warga California Amerika. Juga sangat memuji Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat mengadakan tur dakwah ke negara Asia termasuk Indonesia. Ia berkunjung di beberapa tempat salah satunya adalah Gontor. 

"Warganya beragam, tapi mereka bisa bersosial dengan sangat baik." Begitu pendapatnya. 

Keberagaman Indonesia membuat Ia kagum dan takjub. Negara ini dengan ratusan budaya, ribuan tradisi, bisa sangat hangat, masih dengan senyum tulus tanpa beban, saling menghargai dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi. 

Selain para Syekh dari segi telisik agama. Tom Holland, selebritis Hollywood yang sangat terkenal, justru memilih Indonesia sebagai tempat paling indah, paling sering dikunjungi dan selalu masuk dalam agenda tahunannya. Karena ia terus merindukan warganya yang tulus. "Berlibur ke Indonesia adalah sesuatu yang sangat indah," ungkapnya pada salah satu wawancara. 

Jika orang lain, negara lain, memuji ketulusan kita, memuji kehangatan persaudaraan kita, memuji ikhlasnya senyum di bibir kita. Menjadikan negara kita sebagai pemilik masyarakat dengan nilai paling rendah dalam hal kemunafikan. 

Mari saling berpelukan, mencintai negara ini dengan baik dan benar, sesuai penilaian orang lain terhadap kita, penilaian negara luar kepada bangsa ini. Mari kita jaga dan kita lestarikan pemikiran itu dengan menjaga martabat bangsa. 

Cobalah untuk menghilangkan mindset saling curiga, saling tuding, saling gontokan. Marwah kita di hadapan negara lain sudah sangat baik secara kekeluargaan. 

Ada orang Arab bilang, Indonesia narsis. Tapi, tiga puluh lebih negara lain justru menepis kata itu, "Indonesia adalah negara dermawan dengan 98% survey. Royal. Menjadi pemasukan terbesar kepada Arab pada program haji."

Indonesia negara yang terlalu ramah, terlalu memiliki rasa kekeluargaan, di negara orangpun tetap merasa di negara sendiri, bagi yang belum kenal terlihat narsis. Bagi yang sudah kenal akan mengatakan, "masyarakat yang memiliki karakter apa adanya tanpa kemunafikan yang dibuat-buat."

So ... I love Indonesia. 

Negara yang mengutamakan kekeluargaan dan tak pernah ingin bermusuhan. Negara penyumbang dan mengamalkan sedekah, terbesar di Asia. 

Senyum Indonesia adalah impian dunia.



 
Berita Lainnya :
  • Senyum Indonesia Impian Dunia
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Gerakan Peduli Reteh Diinisiasi Idris Laena Salurkan Bantuan Pada Ratusan Korban Kebakaran di Pulau Kijang
    Minggu 12-04-2026 - 09:23
    Idris Laena : Pihak Terkait Harus Beri Perhatian Atas Kebakaran Besar di Pulau Kijang
    Rabu 08-04-2026 - 20:15
    APN Regional Riau I Pastikan Aspirasi Masyarakat Melayu Riau Ditindaklanjuti
    Selasa 07-04-2026 - 20:49
    Pengalaman Matang di Organisasi, Fairus Dipercaya Jadi Ketua Umum ILUNI Imam Bonjol Riau
    Senin 06-04-2026 - 05:45
    Kisah Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
    Kamis 02-04-2026 - 18:16
    Ramadan Rasa Lokal: Cerita Berbuka dari Berbagai Penjuru Nusantara di The People’s Cafe
    Senin 23-02-2026 - 15:51
    Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pegadaian Dukung Penerbitan Fatwa Kegiatan Usaha Bulion oleh DSN-MUI
    Rabu 18-02-2026 - 16:51
    Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
    Jumat 13-02-2026 - 19:20
    Mudik Aman Berbagi Harapan 2026, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Buka Pendaftaran 12 Februari
    Jumat 13-02-2026 - 16:14
    Kinerja Positif PT Penggadaian Kanwil II Pekanbaru per 31 Januari 2026
    Senin 02-02-2026 - 06:09
    The Gade Creative Lounge Pegadaian ke-24 Diresmikan di Universitas Riau, Bentuk Dukungan Pegadaian terhadap Dunia Pendidikan
    Sabtu 24-01-2026 - 10:07
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu