Minggu, 20 09 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Waspada, Polisi Ungkap Modus Baru Pembobol ATM
Senin, 25-03-2019 - 15:49:46 WIB
Foto: Waspada, Polisi Ungkap Modus Baru Pembobol ATM/dekadepos/*
TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, PEKANBARU -- Polisi kembali berhasil mengungkap modus baru pembobol ATM bermodus Illegal acces. Kali ini, aksi pelaku terbilang canggih karena hidden kamera yang dipasang di mesin ATM langsung online terhubung dengan pelaku yang berada di Tiongkok.

Hal ini terungkap setelah Polres Badung, Bali, menangkap seorang warga Rumania pelaku pembobolan ATM bermodus illegal acces.

Pelaku diketahui bernama Alexandru Boarta, 32. Dia melancarkan aksi jahatnya di mesin ATM Bank BRI teras Belayu SPBU Wiros, Banjar Denkayu Baleran, Desa Werdi Buana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Minggu (10/3) sekitar pukul 14.00.

Dari hasil interogasi petugas kepolisian rupanya modus illegal acces ini sedikit mengalami kemajuan dibandingkan modus yang biasanya digunakan para pelaku asal Bulgaria maupun Rumania lainnya.

Lantaran hidden kamera yang dipasang di mesin ATM langsung online terhubung dengan pelaku yang berada di Tiongkok.

Pelaku mengaku, ketika korbannya menekan tombol angka untuk memasukkan password, maka kamera langsung merekam secara online dengan perangkat pelaku yang berada di Tiongkok tersebut.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta pada Jumat (22/3) menyampaikan bahwa pelaku ini melakukan tindak pidana skimming sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 30 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE KUHP.

Modus pelaku dengan mencongkel alat masuk kartu ATM. Lalu menempelkan scanner dan kamera perekam ke alat masuk kartu ATM. Kasus ini kemudian dilaporkan dengan bukti Laporan Polisi Nomor : LP-B/75/III/2019/BALI/RES. BDG, tertanggal 10 Maret 2019.

Keterangan dari I Komang Gde Wira Citra Sasmita bahwa pada Minggu (10/3) pukul 14.00, melakukan pengecekan di ATM Bank BRI di TKP bersama rekannya yang bernama Saka. Saat melakukan pengecekan keduanya menemukan benda mencurigakan di alat masuk kartu ATM tersebut

“Diduga alat skimming yang menempel di mesin ATM. Dan menurut pelapor alat tersebut untuk mengandakan kartu dari nasabah yang menarik uang di ATM tersebut,” ucap Yudith di Mapolres Badung. Seperti dilansir dari dekadepos.com, Senin (25/3/2019).

Berdasar laporan tersebut, Tim Opsnal Polres Badung kemudian melakukan penyelidikan di TKP dengan cara mengintai di sekitar TKP untuk mengetahui pelaku yang memasang alat tersebut. Pada Senin (11/3) pukul 19.15 Tim Opsnal Polres Badung mengamankan pelaku yang memasang alat skimming tersebut.

“Karena pada malam itu yang diduga pelaku sempat mengambil alat tersebut pada saat itu juga langsung diamankan,” jelasnya.

Beberapa barang bukti yang turut diamankan antara lainsebuah tang kecil, sebuah obeng kecil, sebuah alat skimming yang menempel di alat masuk kartu ATM, 3 buah alat masuk kartu ATM, sebuah lem perekat liquid merek Loctite, selembar bukti pengiriman uang melalui Western Union dan sepeda motor merek Yamaha NMax.

“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya telah memasang alat yang sudah dirakit di alat masuk kartu ATM. Untuk kemudian ditempel di mesin ATM tersebut dengan maksud merekam data apabila ada nasabah yang menarik uang di ATM tersebut. Bahwa data-data yang sudah terekam akan digandakan kemudian langsung dikirim ke temannya yang ada di Tiongkok,” jelasnya.

Dalam penangkapan ini memang tidak ada barang bukti uang, lantaran ditegaskan Yudith data langsung terkirim ke pelaku yang berada di Tiongkok. Untuk selanjutnya pihak hacker di Tiongkok yang akan membobol data nasabah tersebut.
Dari hasil penyelidikannya pelaku baru kali ini melakukan di TKP selama setahun tinggal di Bali. Pada intinya tugas pelaku hanya mengumpulkan data saja.

Dari keterangan pelaku, hidden kamera yang dipasang mengarah ke tekan PIN langsung dilengkapi Wifi. Sehingga pelaku melihat secara live dari Tiongkok. Pihak kepolisian sendiri mengungkapkan masih mengembangkan kemana data nasabah ini akan diberikan untuk membobol rekening nasabah.

“Kami jerat Pasal 30 Ayat (1) juncto Pasal 46 (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 53 KUHP dan atau 406 KUHP,” tandasnya.(*)



 
Berita Lainnya :
  • Waspada, Polisi Ungkap Modus Baru Pembobol ATM
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Merajut Arah, Melangkah Lebih Jauh, X-MOC Riau Rayakan Usia ke-8
    Minggu 20-09-2026 - 12:07
    Peringatan HUT ke-48 FKPPI Berlangsung Meriah di Pekanbaru
    Sabtu 19-09-2026 - 15:02
    Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Riau Seharian
    Sabtu 19-09-2026 - 07:20
    Gedung Sekolah Diperbaiki, Namun Meja Kursi Siswa di Pekanbaru Dinilai Masih Butuh Pembaruan
    Jumat 18-09-2026 - 22:05
    BULOG dan Bapanas Akselerasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 619.290 Penerima di Provinsi Riau
    Kamis 17-09-2026 - 13:49
    Kabut Asap Makin Parah di Pekanbaru dan Sebagian Besar Wilayah Riau
    Senin 14-09-2026 - 13:23
    Usia ke-7, NOC Indonesia Perkuat Silaturahmi dengan Semangat “Setara, Bersaudara”
    Minggu 13-09-2026 - 21:51
    Daftar Sekarang, IKTS Segera Gelar Turnamen MLBB Season 1, Prizepool Rp2,8 Juta, Hanya 16 Slot
    Rabu 09-09-2026 - 22:28
    PPNI Gelar Rakerda Sebagai Penutup Rangkaian HUT
    Rabu 09-09-2026 - 15:09
    15 Pilihan Kendaraan Listrik Yadea di Jalan Durian Pekanbaru, Cek Spesifikasi dan Harganya
    Jumat 04-09-2026 - 02:38
    Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin, Motor Listrik Yadea Makin Gencar di Pekanbaru
    Jumat 04-09-2026 - 00:41
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu