Rabu, 05 08 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Kisah Redo Kincai Si Pandai Besi Tradisional di Kulim Pekanbaru
Minggu, 08-12-2024 - 10:47:52 WIB

TERKAIT:
   
 

RIAUBERKABAR.COM, PEKANBARU - Ditengah kemajuan teknologi saat ini, masih ada yang bertahan dengan cara tradisionalnya untuk bertahan dan menyambung hidup keluarga. Meskipun pekerjaan yang dihadapi berat dan memiliki resiko yang tinggi.


Seperti yang dilakoni warga Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Kulim Pekanbaru bernama Redo Kincai, ia masih setia menggeluti profesi sebagai pandai besi tradisional.

Redo merupakan seorang pelaku pandai besi yang didapatnya profesi itu dari sang ayah, pekerjaan itu sudah dijalaninya sejak 10 tahun terakhir, sekeluarga Redo semuanya berprofesi sebagai pandai besi.

Selain Redo yang masih membuka usaha pandai besi, ternyata Abang dan bapaknya juga masih tetap fokus dengan usaha pandai besinya.

"Kami ini usaha turunan, jadi bapak dan Abang saya semuanya buka pandai besi tradisional,"ujar Redo.

Memang saat ini sudah ada pelaku pandai besi dengan cara modern, dibantu dengan mesin, namun keluarga Redo masih tetap bertahan dengan cara tradisional.

Alasannya selain keterbatasan anggaran modal, menurutnya hasil manual ini juga lebih bagus. Mereka sudah terbiasa dengan produksi manual. "Karena dari dulu sudah dengan cara manual seperti ini,"ujarnya bercerita.

Adapun hasil yang didapat Redo dari pandai besi ini, biasanya Redo membuat parang, dodos, ekrek, cangkul, sekop dan lainnya alat keperluan pertanian.

Redo biasanya sudah punya pelanggan yang datang membeli hasil pandai besinya ini, bahkan Redo juga mengisi sejumlah toko peralatan pertanian untuk membuat parang dan alat pertanian lainnya.

"Ada juga banyak yang datang ke tempat saya minta dibuatkan langsung sesuai dengan model dan selera masing-masing,"ujarnya.

Untuk mendukung usaha pandai besinya ini, beberapa bahan yang harus dicari Redi setiap saatnya yakni arang dan besi baja yang bukan sembarangan. Saat ini diakuinya sedikit kesulitan untuk mendapatkan besi baja pilihan itu.

Biasanya Redo membeli besi tersebut di tempat tukang beli besi bekas, namun akhir-akhir ini diakuinya sedikit kesulitan mendapatkan bahan besi itu.

"Harganya juga memang naik sekarang, jadi besi ini memang sedikit kesulitan sekarang, sehingga berpengaruh juga dengan produksi,"ujar Redo.

Seharinya Redo sendiri bisa menghasilkan produk pandai besinya sekitar 5 sampai 7 unit, tergantung hasil pandai besinya, biasanya parang bisa dihasilkan lebih banyak.

Sedangkan harga penjualan Redo juga bervariasi, tergantung kualitas produk yang dihasilkan, karena memang ada tingkatan hasil produk yang dibuat Redo, ada yang lebih bagus tentu harganya bisa lebih mahal.

Resi mengaku dengan usahanya sebagai pandai besi saat ini bisa menghidupi keluarganya, dirinya juga akan melestarikan usaha turun temurun keluarganya ini hingga tua nanti.

Meskipun setiap harinya berhadapan dengan bara panas, bagi Redo itu sudah menjadi santapan rutin bagi kulitnya, sehingga dirinya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan profesinya ini.

"Sudah terbiasa dengan yang panas dan yang keras sejak kecil,"ujarnya.(



 
Berita Lainnya :
  • Kisah Redo Kincai Si Pandai Besi Tradisional di Kulim Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    LUME Coffee & Lounge Siap Hadir di Pekanbaru Setelah Buka di Lima Cabang di Tanah Air, Tawarkan Konsep Tempat Bersantai Modern
    Selasa 28-07-2026 - 07:44
    Kejati Riau Geledah Kantor Disdik, Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024
    Kamis 23-07-2026 - 13:41
    Koordinasi dan Supervisi KPK Mendorong Kinerja Riau Petroleum, Plt Gubernur: Perkuat Tata Kelola, Tingkatkan Kontribusi terhadap PAD
    Kamis 23-07-2026 - 11:56
    Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Tumbangkan Argentina untuk Rebut Gelar Piala Dunia 2026
    Senin 20-07-2026 - 05:06
    Cara Cek Status Penerima Bansos Juli 2026, Masyarakat Bisa Lihat Posisi Desil Secara Online
    Minggu 19-07-2026 - 10:40
    Spanyol dan Argentina Berebut Takhta Dunia, Duel Yamal vs Messi Jadi Perhatian Final Piala Dunia 2026
    Minggu 19-07-2026 - 10:27
    Benni Sutanto Teliti Strategi Tingkatkan Target Penjualan di PT Victory International Futures
    Jumat 17-07-2026 - 10:53
    Karmila Sari Dorong Penguatan Regulasi LGBT Berpedoman pada Perpres Pertahanan Negara
    Rabu 15-07-2026 - 15:05
    Idris Laena : Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Ruang Membangun Peradaban
    Minggu 12-07-2026 - 10:34
    Niat Puasa Asyura 2026: Bisa Dibaca hingga Sebelum Zawal, Berikut Lafalnya
    Kamis 25-06-2026 - 06:09
    Waspada! Longsor Lembah Anai Akibatkan Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total
    Rabu 24-06-2026 - 16:34
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu