"Pegadaian saat ini menjadi agen inklusi keuangan 'apa lu mau gue ada' (palugada) yang ada di Indonesia, dimana ragam produk yang dimiliki, sangat cocok bagi para pengusaha. Kami berkomitmen untuk melayani masyarakat mulai dari lapisan bawah sampai lapisan atas. Oleh karena itu kami mengumpulkan para nasabah premium, untuk lebih mengenalkan produk-produk yang cocok untuk kalangan menengah ke atas," kata Kuswiyoto.
Ia juga meyakinkan para tamu, bahwa program yang sangat cocok untuk kalangan premium adalah investasi emas. Karena selain harga emas akan terus naik, emas juga sangat likuid sehingga bisa di cairkan dengan cepat menjadi dana segar ketika diperlukan.
"Tidak hanya gadai, tapi bapak ibu juga bisa melakukan investasi emas dengan cara membuka tabungan emas, cicil emas, gadai emas, hingga jasa titip emas juga bisa di Pegadaian. Oleh karena itu saya berharap, Pegadaian bisa menjadi partner yang baik untuk berinvestasi," ulasnya.
Pihaknya juga mengundang Motivator dan Pakar Marketing terkemuka di Indonesia Tung Desem Waringin, untuk ikut memberikan motivasi tentang bagaimana caranya mengembangkan bisnis dan terus bertahan meski diterpa krisis layaknya Pandemi Covid-19 dengan tiga jurus jitu.
"Ada tiga rahasia jurus bertambah kaya dalam melewati masa krisis. Pertama, antisipasi membaca kondisi ekonomi dunia dan Indonesia. Kedua, aset alokasi bukan spekulasi dan terakhir, menjadi investor," kata Tung Waringin.
Tung bercerita bahwa dirinya menitipkan emas di Pegadaian dengan produk Titipan Emas Fisik. Selain aman, setiap orang atau nasabah yang menitipkan emasnya juga bisa melakukan uji keaslian kadar dan nilai emasnya secara gratis.
"Inflasi emas selama 69 tahun sejak 1952-2021 adalah 1.760.000 persen. Emas tidak selalu membuat kita makin kaya, tapi pasti membuat kita tetap kaya," tuturnya. (Rls)