UIR Beri Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan Sekolah untuk Ketahanan Pangan di MA NU Pekanbaru
RIAUBERKABAR.COM, PEKANBARU - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan kegiatan bertema “Pemanfaatan Perkarangan Sekolah dengan Bertanam untuk Menjaga Ketahanan Pangan” di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Pekanbaru.
Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pemanfaatan lahan perkarangan sekolah secara produktif dan berkelanjutan melalui budidaya tanaman hortikultura menggunakan polybag.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan teknik pembuatan pupuk kompos organik dari bahan limbah seperti daun kering dan batang jagung. Inovasi ini diperkenalkan sebagai upaya mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkan pupuk alami yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi tanaman.
Peserta pelatihan mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos, mulai dari pengumpulan bahan, pencampuran menggunakan fermentasi EM4, penyimpanan, proses pengulangan, hingga aplikasinya ke media tanam.
Kegiatan praktik ini disambut antusias oleh siswa dan guru karena memberikan pengalaman langsung dalam pengelolaan limbah organik.
Selain pelatihan pembuatan kompos, tim pengabdian UIR juga melaksanakan penanaman berbagai varietas tanaman hortikultura di polybag. Jenis tanaman yang ditanam meliputi cabai, tomat, kangkung, dan sawi, yang ditanam di media tanam yang telah dipersiapkan bersama para peserta.
Ketua tim pengabdian UIR, Syarifah Farradinna, S.Psi., M.A, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini juga didampingi oleh sejumlah anggota tim, yaitu Dr. Mardaleni, M.Si dan Dr. Limetry Liana, S.P., M.Si dari Fakultas Pertanian, serta Happy Wulandari, M.I.Kom dari Fakultas Ilmu Komunikasi, dan laboran Indra Fitra, S.P., M.P.
Syarifah menegaskan bahwa sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan nilai kemandirian dan kepedulian lingkungan sejak dini.
"Kami ingin menanamkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan berbasis sekolah. Ini merupakan langkah kecil menuju gaya hidup berkelanjutan," ujarnya.
Kepala MA Ma’arif NU Pekanbaru, Masita, S.Ag., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan praktis kepada para siswa mengenai pengelolaan sumber daya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang mendukung pembelajaran di luar kelas.
Dengan terselenggaranya program ini, pihak sekolah berharap perkarangan dapat dikembangkan menjadi lahan produktif dan edukatif.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi contoh penerapan ketahanan pangan berbasis lingkungan sekolah di Pekanbaru, sekaligus mendorong sekolah lain untuk melakukan gerakan serupa.(*)
Komentar Anda :