Rabu, 03 Juni 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
FUI Sebut Fatwa NU Non-Muslim Bukan Kafir Bermotif Politis
Minggu, 03-03-2019 - 08:24:03 WIB
Foto: FUI Sebut Fatwa NU Non-Muslim Bukan Kafir Bermotif Politis/cakaplah/*
TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, JAKARTA -- Forum Umat Islam (FUI) tidak sepakat dengan keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), untuk tidak mengatakan Warga Negara Indonesia (WNI) non-muslim dengan sebutan kafir. Menurut mereka itu menyalahi ketentuan agama dan dianggap beraroma politis.

Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al Khaththath, mengatakan curiga keputusan untuk tidak menyebut WNI non-muslim sebagai kafir sarat dengan motif politik. Khaththath berasumsi keputusan NU ini dilakukan untuk menarik simpati kaum non-muslim menjelang pemilihan presiden 17 April 2019 nanti.

"Saya punya perkiraan, analisis saja, ada hoaks baru yang mengatakan bahwa kafir dianggap memiliki nilai negatif. Padahal menurut Islam, istilah kafir ini ungkapan yang jauh lebih netral," kata Al Khaththath, dalam acara diskusi di Jakarta, seperti dilansir dari cakaplah.com, Minggu (03/03/2019).

Menurut Al Khaththath, sebutan kafir kepada non-muslim disebut berkali-kali di dalam Alquran. Adapun menurut dia, kronologis utama penyebutan istilah kafir berawal di surat Al-Maidah.

Dalam surat Al-Maidah ayat 72 tertulis, "Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu".

Ini kemudian dilanjut ke ayat 73 surat Al Maidah yang menyatakan, "telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa".

Oleh karena itu, Al Khaththath menyebut NU sudah mendustakan ayat Alquran, untuk kemudian disebarkan kepada jutaan umat Islam Indonesia.

"Dan ini (menolak menyebut WNI non-muslim sebagai kafir) merupakan hoaks beberapa ulama kepada umat Islam, apalagi mengikutsertakan ayat Al-Quran," jelas Al Khaththath.

Ia juga bingung dengan alasan NU yang enggan lagi menyebut kafir karena masalah kekerasan teologis. Ia berdalih, kafir bukan istilah negatif bagi umat non-muslim.

Apalagi menurutnya, Tuhan juga memerintahkan umatnya untuk tetap menghormati umat non-muslim, yang tercantum di dalam Surat Al-Kafirun.

Khaththath kemudian kilas balik ke 2013 silam, kala FUI bertemu dengan pengusaha Hary Tanoesoedibjo demi menghentikan perhelatan Miss World yang sedianya akan dilaksanakan di Bali.

Saat itu, Khaththath mengatakan jika Hary tetap kukuh melaksanakan Miss World, maka artinya Hary adalah "China dan kafir".

Menurut pengakuannya, Hary memang sempat kecewa disebut kafir. Namun, Khaththath mengatakan istilah kafir sudah disebut di dalam Al-Quran yang artinya pihak-pihak yang sudah menutup mata akan keesaan Allah.

"Ini semua sudah tercantum di dalam Al-Quran, dan tidak ada ceritanya Allah salah persepsi di dalam Al-Quran. Secara kalamullah, firmanullah, dan kalam Al-Quran ini pasti benar adanya," terang dia.

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) menyarankan agar Warga Negara Indonesia yang beragama non-Muslim tak lagi disebut sebagai kafir. Kata kafir dianggap mengandung unsur kekerasan teologis.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

"Karena itu para kiai menghormati untuk tidak gunakan kata kafir tetapi muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan WN yang lain," kata Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Abdul Moqsith Ghazali, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2) lalu.(*)



 
Berita Lainnya :
  • FUI Sebut Fatwa NU Non-Muslim Bukan Kafir Bermotif Politis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Berkomitmen Terus Melaju 'MengEMASkan Indonesia', PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026
    Selasa 26-05-2026 - 13:44
    Dukung Asta Cita Pemerintah, PT Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia
    Sabtu 23-05-2026 - 17:10
    Warga CKR dan Pemko Pekanbaru Perbaiki Drainase untuk Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
    Jumat 08-05-2026 - 12:22
    Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
    Rabu 06-05-2026 - 03:34
    Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026
    Rabu 29-04-2026 - 13:23
    Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Kembali Gelar Kegiatan “Mengetuk Pintu Langit” dengan Berbagi Makanan Siap Santap
    Minggu 19-04-2026 - 19:52
    Gerakan Peduli Reteh Diinisiasi Idris Laena Salurkan Bantuan Pada Ratusan Korban Kebakaran di Pulau Kijang
    Minggu 12-04-2026 - 09:23
    Idris Laena : Pihak Terkait Harus Beri Perhatian Atas Kebakaran Besar di Pulau Kijang
    Rabu 08-04-2026 - 20:15
    APN Regional Riau I Pastikan Aspirasi Masyarakat Melayu Riau Ditindaklanjuti
    Selasa 07-04-2026 - 20:49
    Pengalaman Matang di Organisasi, Fairus Dipercaya Jadi Ketua Umum ILUNI Imam Bonjol Riau
    Senin 06-04-2026 - 05:45
    Kisah Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
    Kamis 02-04-2026 - 18:16
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu