Rabu, 05 08 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
FUI Sebut Fatwa NU Non-Muslim Bukan Kafir Bermotif Politis
Minggu, 03-03-2019 - 08:24:03 WIB
Foto: FUI Sebut Fatwa NU Non-Muslim Bukan Kafir Bermotif Politis/cakaplah/*
TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, JAKARTA -- Forum Umat Islam (FUI) tidak sepakat dengan keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), untuk tidak mengatakan Warga Negara Indonesia (WNI) non-muslim dengan sebutan kafir. Menurut mereka itu menyalahi ketentuan agama dan dianggap beraroma politis.

Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al Khaththath, mengatakan curiga keputusan untuk tidak menyebut WNI non-muslim sebagai kafir sarat dengan motif politik. Khaththath berasumsi keputusan NU ini dilakukan untuk menarik simpati kaum non-muslim menjelang pemilihan presiden 17 April 2019 nanti.

"Saya punya perkiraan, analisis saja, ada hoaks baru yang mengatakan bahwa kafir dianggap memiliki nilai negatif. Padahal menurut Islam, istilah kafir ini ungkapan yang jauh lebih netral," kata Al Khaththath, dalam acara diskusi di Jakarta, seperti dilansir dari cakaplah.com, Minggu (03/03/2019).

Menurut Al Khaththath, sebutan kafir kepada non-muslim disebut berkali-kali di dalam Alquran. Adapun menurut dia, kronologis utama penyebutan istilah kafir berawal di surat Al-Maidah.

Dalam surat Al-Maidah ayat 72 tertulis, "Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu".

Ini kemudian dilanjut ke ayat 73 surat Al Maidah yang menyatakan, "telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa".

Oleh karena itu, Al Khaththath menyebut NU sudah mendustakan ayat Alquran, untuk kemudian disebarkan kepada jutaan umat Islam Indonesia.

"Dan ini (menolak menyebut WNI non-muslim sebagai kafir) merupakan hoaks beberapa ulama kepada umat Islam, apalagi mengikutsertakan ayat Al-Quran," jelas Al Khaththath.

Ia juga bingung dengan alasan NU yang enggan lagi menyebut kafir karena masalah kekerasan teologis. Ia berdalih, kafir bukan istilah negatif bagi umat non-muslim.

Apalagi menurutnya, Tuhan juga memerintahkan umatnya untuk tetap menghormati umat non-muslim, yang tercantum di dalam Surat Al-Kafirun.

Khaththath kemudian kilas balik ke 2013 silam, kala FUI bertemu dengan pengusaha Hary Tanoesoedibjo demi menghentikan perhelatan Miss World yang sedianya akan dilaksanakan di Bali.

Saat itu, Khaththath mengatakan jika Hary tetap kukuh melaksanakan Miss World, maka artinya Hary adalah "China dan kafir".

Menurut pengakuannya, Hary memang sempat kecewa disebut kafir. Namun, Khaththath mengatakan istilah kafir sudah disebut di dalam Al-Quran yang artinya pihak-pihak yang sudah menutup mata akan keesaan Allah.

"Ini semua sudah tercantum di dalam Al-Quran, dan tidak ada ceritanya Allah salah persepsi di dalam Al-Quran. Secara kalamullah, firmanullah, dan kalam Al-Quran ini pasti benar adanya," terang dia.

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) menyarankan agar Warga Negara Indonesia yang beragama non-Muslim tak lagi disebut sebagai kafir. Kata kafir dianggap mengandung unsur kekerasan teologis.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

"Karena itu para kiai menghormati untuk tidak gunakan kata kafir tetapi muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan WN yang lain," kata Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Abdul Moqsith Ghazali, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2) lalu.(*)



 
Berita Lainnya :
  • FUI Sebut Fatwa NU Non-Muslim Bukan Kafir Bermotif Politis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    LUME Coffee & Lounge Siap Hadir di Pekanbaru Setelah Buka di Lima Cabang di Tanah Air, Tawarkan Konsep Tempat Bersantai Modern
    Selasa 28-07-2026 - 07:44
    Kejati Riau Geledah Kantor Disdik, Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024
    Kamis 23-07-2026 - 13:41
    Koordinasi dan Supervisi KPK Mendorong Kinerja Riau Petroleum, Plt Gubernur: Perkuat Tata Kelola, Tingkatkan Kontribusi terhadap PAD
    Kamis 23-07-2026 - 11:56
    Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Tumbangkan Argentina untuk Rebut Gelar Piala Dunia 2026
    Senin 20-07-2026 - 05:06
    Cara Cek Status Penerima Bansos Juli 2026, Masyarakat Bisa Lihat Posisi Desil Secara Online
    Minggu 19-07-2026 - 10:40
    Spanyol dan Argentina Berebut Takhta Dunia, Duel Yamal vs Messi Jadi Perhatian Final Piala Dunia 2026
    Minggu 19-07-2026 - 10:27
    Benni Sutanto Teliti Strategi Tingkatkan Target Penjualan di PT Victory International Futures
    Jumat 17-07-2026 - 10:53
    Karmila Sari Dorong Penguatan Regulasi LGBT Berpedoman pada Perpres Pertahanan Negara
    Rabu 15-07-2026 - 15:05
    Idris Laena : Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Ruang Membangun Peradaban
    Minggu 12-07-2026 - 10:34
    Niat Puasa Asyura 2026: Bisa Dibaca hingga Sebelum Zawal, Berikut Lafalnya
    Kamis 25-06-2026 - 06:09
    Waspada! Longsor Lembah Anai Akibatkan Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total
    Rabu 24-06-2026 - 16:34
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu