Harlah Satkar Ulama Usulkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional
Sabtu, 19-04-2025 - 08:13:11 WIB
RIAUBERKABAR.COM, JAKARTA - Satkar Ulama Indonesia menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-55 yang berlangsung meriah dan khidmat. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, serta Menteri ATR Nusron Wahid yang menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan DPP Golkar. Hadir pula Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily.
Satkar Ulama Indonesia didirikan pada tahun 1970 di Provinsi Banten oleh Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan utama menjalin hubungan harmonis antara ulama dan umara dalam rangka memperkuat persatuan nasional dan pembangunan bangsa.
Ketua Umum DPP Satkar Ulama, Dr. Ir. H. Mohamad Idris Laena, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program utama organisasi saat ini adalah melakukan revitalisasi dan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Hingga kini, proses tersebut telah dilakukan di 24 provinsi di seluruh Indonesia.
Idris Laena menegaskan pentingnya memperkuat struktur organisasi Satkar Ulama agar mampu berkontribusi lebih besar dalam kehidupan kebangsaan dan keagamaan. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk aktif menghidupkan kembali semangat awal pendirian organisasi oleh Presiden Soeharto.
Dalam kesempatan tersebut, Idris Laena juga menyampaikan usulan kepada Partai Golkar agar turut memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi Presiden Soeharto. Menurutnya, kontribusi Soeharto terhadap bangsa sangat besar, termasuk dalam pembentukan Satkar Ulama sebagai jembatan antara ulama dan pemerintah.
Usulan tersebut disambut baik oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia menyatakan kesiapan Golkar untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Satkar Ulama, sebagai bentuk penghargaan atas jasa Presiden Soeharto dalam pembangunan nasional.
Acara peringatan Harlah ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat Satkar Ulama, antara lain Wakil Ketua Umum Mujib Rahmat dan Ferdy Hasian, Sekretaris Jenderal Syamsurahman, Bendahara Umum Ahmad Labib, Ketua Umum Hiwasi Lily Masniary, serta Ketua Umum AMSI Ade Akbar Gaddafi.
Peringatan Harlah ke-55 ini menjadi momentum konsolidasi kekuatan organisasi sekaligus refleksi atas kontribusi Satkar Ulama dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan. Dengan semangat kebersamaan, Satkar Ulama siap terus berperan aktif dalam menjaga harmoni antara ulama dan umara di Indonesia.(*)
Komentar Anda :