Selasa, 04 08 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
SEKELUMIT POLEMIK DI TANAH PAPUA
Senin, 05-10-2020 - 05:19:00 WIB

TERKAIT:
   
 

By: Dr. M. Kapitra Ampera, SH., MH.

Konflik bersenjata yang dilakukan sekelompok orang di Papua belum mereda. 
Meskipun Pemerintahan Joko Widodo telah memberi perhatian yang lebih besar dari pada pemerintah sebelumnya, kepada tanah Papua otonomi khusus dan pemberian dana khusus yang dikeluarkan untuk kesejahteraan masyarakat Papua, namun konflik bersenjata/separatis tak kunjung jua reda. Seperti baru-baru ini terjadi peristiwa penembakan-penembakan yang mengakibatkan dua orang prajurit TNI, seorang sipil, dan seorang Pendeta bernama Yeremia Zanambani tewas di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. 

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menuduh Pendeta Yeremia tewas ditembak 
oleh anggota TNI. Namun hal ini dibantah oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kapen Kogabwihan III, Kol. Czi IGN Suriastawa, yang menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah KKB untuk mencari momen menarik perhatian dunia semasaSidang Majelis Umum PBB. Padahal, realitasnya penembakan tersebut dilakukan oleh KKSB yang kemudian diputarbalikkan dengan menuduh TNI sebagai pelaku. TNI memang tidak memiliki keuntungan strategis atau taktis untuk menembak pendeta yang dikenal sangat cinta ketenangan dan keamanan di kawasannya tersebut.

Peristiwa tersebut tentu berpotensi dieksploitasi agar menjadi isu nasional dan 
internasional, oleh karena dentuman aksi KKB telah ditenggelamkan oleh pemberitaan-pemberitaan Pandemi Covid-19. Dan pada Sidang Majelis Umum PBB yang lalu, PM Vanuatu dalam pidatonya ikut menyorot HAM di Papus tersebut, yang kemudian langsung dibantah oleh diplomat Indonesia, karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. 

Faktanya selain menyebabkan tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani, sebelumnya seorang warga sipil meninggal dunia setelah diserang dengan cara dibacok 
senjata tajam oleh KKB di kabupaten yang sama, serta dua anggota TNI juga gugur
ditembak oleh KKB. Penembakan kedua anggota TNI ini di benarkan oleh Tentara 
Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Pendeta Yeremia dikenal sebagai Ketua Klasis Hitadipa Intan Jaya yang 
merupakan penginjil yang setia dan berintegritas serta penerjemah Alkitab ke bahasa Moni, bahasa penduduk asli di Paniai Papua. Pendeta Yeremia selama ini membantu pemerintah dalam menjaga kondusifitas dan memberi kedamaian kepada masyarakat Intan Jaya. Dapat dipahami, apa urgensinya TNI/Polri membunuh Pendeta Yeremia? 

Tewasnya tokoh lokal ini justru menyebabkan TNI/Polri kehilangan tokoh lokal, yang ikut menjaga keamanan dan ketentraman di tanah Papua. Ataukah memang peristiwa ini merupakan upaya propaganda KKB agar mendapatkan perhatian dunia internasional dengan memanipulasi isu pelanggaran HAM?
Untuk mencari kebenarannya, pemerintah saat ini telah membentuk Tim 
Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani tersebut. Tindakan kekerasan ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Diharapkan TPGF dapat melaksanakan tugasnya secara tuntas dan transparan, 
memenuhi komitmen Presiden Jokowi, untuk memberikan keadilan bagi para korban insiden di kawasan Intan Jaya tersebut. (Dr.K/a)



 
Berita Lainnya :
  • SEKELUMIT POLEMIK DI TANAH PAPUA
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    LUME Coffee & Lounge Siap Hadir di Pekanbaru Setelah Buka di Lima Cabang di Tanah Air, Tawarkan Konsep Tempat Bersantai Modern
    Selasa 28-07-2026 - 07:44
    Kejati Riau Geledah Kantor Disdik, Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024
    Kamis 23-07-2026 - 13:41
    Koordinasi dan Supervisi KPK Mendorong Kinerja Riau Petroleum, Plt Gubernur: Perkuat Tata Kelola, Tingkatkan Kontribusi terhadap PAD
    Kamis 23-07-2026 - 11:56
    Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Tumbangkan Argentina untuk Rebut Gelar Piala Dunia 2026
    Senin 20-07-2026 - 05:06
    Cara Cek Status Penerima Bansos Juli 2026, Masyarakat Bisa Lihat Posisi Desil Secara Online
    Minggu 19-07-2026 - 10:40
    Spanyol dan Argentina Berebut Takhta Dunia, Duel Yamal vs Messi Jadi Perhatian Final Piala Dunia 2026
    Minggu 19-07-2026 - 10:27
    Benni Sutanto Teliti Strategi Tingkatkan Target Penjualan di PT Victory International Futures
    Jumat 17-07-2026 - 10:53
    Karmila Sari Dorong Penguatan Regulasi LGBT Berpedoman pada Perpres Pertahanan Negara
    Rabu 15-07-2026 - 15:05
    Idris Laena : Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Ruang Membangun Peradaban
    Minggu 12-07-2026 - 10:34
    Niat Puasa Asyura 2026: Bisa Dibaca hingga Sebelum Zawal, Berikut Lafalnya
    Kamis 25-06-2026 - 06:09
    Waspada! Longsor Lembah Anai Akibatkan Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total
    Rabu 24-06-2026 - 16:34
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu