Oleh: Wahyu, Relawan Milenial Jokowi/Ketua DPC GAMKI BENGKALIS
BANGAI.ID -- Cuitan juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman menuai perhatian publik beberapa waktu lalu dan sering diperbincangkan.
Fadjroel mengunggah sebuah gambar karakter kartun Giant di serial Doraemon sembari menuliskan cuitan soal tidak bisa kerja.
Fadrjoel mengunggah gambar karakter Takeshi Goda alias Giant sedang marah pada Minggu (13/9/2020). Bersamaan dengan gambar itu, Fadjroel juga membubuhkan cuitan bernada nyinyir.
"Memang susah sih ini orang, enggak bisa kerja, maunya ribut saja,"
Demikian cuit nya.
Sebagai pejabat negara tidak seharusnya cuitan itu dibuat oleh Fadjroel Rachman, dan sangat tidak mencerminkan kualitas dari seorang pejabat negara yang apa lagi Notabene nya adalah juru bicara Presiden Joko Widodo.
Seharusnya sangat menjaga etika. Tidak melakukan ujaran di publik dengan tendensius, saya menyarankan sebaikanya Fajroel Rahman mundur saja secara gentle atau jantan, fokus saja jadi Komisaris BUMN.
banyak hal kontroversi yang sudah dilakukan Fadjroel Rachman, sebelum dan seudah menjadi Juru bicara presiden Joko widodo.Fajroel kurang tepat menjadi Juru Bicara Presiden Joko Widodo,
Karena hanya akan menimbulkan kegaduhan dan memunculkan kericuhan Politis.
Presiden sudah waktunya mencopot Fadjroel Rachman dan mengganti juru bicaranya.
Sebaiknya ganti nya harus dari Aktivis 98 yang betul pernah berjuang bukan yang sudah expired jadi jelang tahun 1997 - 1998 sudah bukan mahasiswa lagi.
Karena sampai saat ini yang paling tepat adalah aktivis 98.
Mereka yang sudah berjuang untuk reformasi dan banyak hal untuk menjaga demokrasi ini.
Ada begitu banyak aktivis 98 yang selama ini selalu setia ada bersama presiden Joko Widodo selama periode pertama hingga periode kedua ini.
Yang benar-benar konsisten dan hadir dalam begitu banyak momen ketika di serang oleh lawan politik. Hingga Rencana menduduki KPU oleh kelompok tertentu, aktivis 98 pun Siap Hadir untuk mendukung KPU secara langsung.
Bahkan Sampai pada saat ini aktivis terus mengawal pemerintahan presiden Joko Widodo.
Komentar Anda :