Selasa, 04 08 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Ini Dia Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Calon Ibukota Indonesia yang Baru, Luasnya 61.850 Ha
Rabu, 08-05-2019 - 06:28:36 WIB
Foto: lahan tahura bukit soeharto yang berada di sisi timur titik km 35 jalan tol balikpapan samarinda, selasa (7/5/2019). Presiden joko widodo dan rombongan meninjau lokasi tahura bukit soeharto yang ditawarkan pemprov kaltim untuk menjadi lokasi in
TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, PEKANBARU -- Bukit Soeharto di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, jadi satu di antara lokasi ibu kota baru Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi kawasan yang berada di Provinsi Kalimantan Timur itu, Selasa (7/5/2019).

Lalu, seperti apa Bukit Soeharto ini?

Bukit Soeharto atau juga populer dengan nama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kalimantan Timur memiliki luas 61.850 hektare.

Lokasi taman hutan rakyat ini berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kawasan ini terdiri dari kawasan hutan lindung dan kawasan safari dengan luas 19.865 hektare, taman wisata 4.400 hektare, hutan pendidikan 1.500 hektare.

Kawasan Tahura Bukit Soeharto, kilometer 50, Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (1/7/2018).

Kemudian Hutan Penelitian Pusat Rehabilitasi Hutan Tropis Unmul 22.183 hektare, Wanariset Samboja 3,504 hektare, dan area perkemahan pramuka 2.700 hektare.

Lokasinya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Samarinda atau 45 menit dari Balikpapan dengan jalan darat.

Sebagian kawasan kini dilewati oleh ruas Tol Balikpapan-Samarinda.

Tol senilai Rp 6,2 triliun itu melintas sepanjang 24 kilometer di dalam Tahura Bukit Soeharto yang merupakan kawasan konservasi.

Awang Faroek yang kala pembangunan awal tol menjabat sebagai Gubernur Kaltim memastikan, jalan tol tidak akan merusak kawasan konservasi tersebut.

Sedikitnya, ada tiga sungai besar yang bermuara ke Sungai Mahakam di daerah ini. Oleh karena itu, seperti dikutip dari tulisan berjudul "Bukit Soeharto Hanya untuk Konservasi" yang tayang di Harian Kompas pada 3 September 2001, keberadaannya dinilai bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak.

Kawasan ini pun diperuntukkan sebagai etalase hutan tropis basah di Kaltim, penyeimbang iklim makro, serta daerah resapan air.

Sayangnya, kawasan ini kerap menjadi lokasi tambang batu bara ilegal. Pembalakan kerap terjadi dan kondisinya tak karuan.

Pada tahun 2001, Bupati Kutai kala itu, Syaukani HR, sempat menyatakan keinginannya untuk menambang batu bara di Bukit Soeharto.

Alasannya, keberadaan lapisan batu bara di Bukit Soeharto sangat mudah terbakar pada saat udara panas sehingga kerap dianggap sebagai pemicu kebakaran hutan.

Oleh karena itu, penanaman kembali untuk saat ini kurang bermanfaat. Menurut dia, lapisan batu bara yang ada harus diangkat terlebih dahulu, kemudian direklamasi dan ditanami kembali.

Kata Jokowi, Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi pertama yang dikunjungi Presiden dalam melakukan peninjauan awal terkait kelayakan calon ibu kota.

"Memang ada beberapa lokasi yang sudah kira-kira 1,5 tahun ini dikaji yang salah satunya adalah di Kalimantan Timur yang kurang dan lebih kita datangi siang hari ini."

Demikian Presiden Jokowi usai melakukan peninjauan seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Selama peninjauan berlangsung, Jokowi mendapatkan paparan dari Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim Zairin Zain.

Setelah dari Kaltim, malam ini, Jokowi telah tiba di Kalimantan Tengah. Rencananya, Jokowi akan mengunjungi lokasi calon ibu kota baru yang ada di provinsi ini. Seperti dilansir dari tribunpekanbaru.com, Rabu (8/5/2019). (*)



 
Berita Lainnya :
  • Ini Dia Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Calon Ibukota Indonesia yang Baru, Luasnya 61.850 Ha
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    LUME Coffee & Lounge Siap Hadir di Pekanbaru Setelah Buka di Lima Cabang di Tanah Air, Tawarkan Konsep Tempat Bersantai Modern
    Selasa 28-07-2026 - 07:44
    Kejati Riau Geledah Kantor Disdik, Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024
    Kamis 23-07-2026 - 13:41
    Koordinasi dan Supervisi KPK Mendorong Kinerja Riau Petroleum, Plt Gubernur: Perkuat Tata Kelola, Tingkatkan Kontribusi terhadap PAD
    Kamis 23-07-2026 - 11:56
    Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Tumbangkan Argentina untuk Rebut Gelar Piala Dunia 2026
    Senin 20-07-2026 - 05:06
    Cara Cek Status Penerima Bansos Juli 2026, Masyarakat Bisa Lihat Posisi Desil Secara Online
    Minggu 19-07-2026 - 10:40
    Spanyol dan Argentina Berebut Takhta Dunia, Duel Yamal vs Messi Jadi Perhatian Final Piala Dunia 2026
    Minggu 19-07-2026 - 10:27
    Benni Sutanto Teliti Strategi Tingkatkan Target Penjualan di PT Victory International Futures
    Jumat 17-07-2026 - 10:53
    Karmila Sari Dorong Penguatan Regulasi LGBT Berpedoman pada Perpres Pertahanan Negara
    Rabu 15-07-2026 - 15:05
    Idris Laena : Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Ruang Membangun Peradaban
    Minggu 12-07-2026 - 10:34
    Niat Puasa Asyura 2026: Bisa Dibaca hingga Sebelum Zawal, Berikut Lafalnya
    Kamis 25-06-2026 - 06:09
    Waspada! Longsor Lembah Anai Akibatkan Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total
    Rabu 24-06-2026 - 16:34
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu