Gadis Cantik Ini Bangun Karakter Melalui Marching Band, dan Torehkan Beragam Prestasi
BANGAI.ID ,PEKANBARU -- Bergabung dengan marching band Bahana Cendana Kartika Riau beberapa tahun lalu menjadi pengalaman berharga bagi Kartika Khairunnisa.
Gadis cantik berusia 24 tahun ini bisa menginjakan kaki di istana negara Republik Indonesia (RI) melalui Marching Band (MB) tersebut.
Wanita yang akrab disapa Tika ini aktif sebagai pemain MB selama enam tahun, sejak duduk di bangku Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan mengisi posisi PIT Instrumen.
Purna sebagai pemain MB, Tika tetap menyalurkan hobinya itu dengan masuk pengurus Riau Marching Band di bawah binaan Persatuan Drum Band Indonesia Pengprov Riau.
Tika bertugas mengontrol kegiatan latihan para atlet Drum Band. Mulai dari latihan fisik, musik, hingga memperhatikan asupan gizi personil MB.
"Banyak pelajaran yang saya dapatkan selama bermain marching band. Termasuk pernah ke istana negara juga di tahun 2009 lalu," beber perempuan kelahiran Pekanbaru 12 Oktober 1994 ini. Seperti dilansir dari tribunpekanbaru.com, Rabu (27/3/2019).
Tika bergabung sejak 2007 di Bahana Cendana Kartika yang menjadi ekstrakurikuler di sekolahnya.
Setelah masuk dan ikut berlatih bersama seratusan personil MB mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan kejuaraan hingga menorehkan prestasi.
Di antara prestasi itu, pada tahun 2008 ikut Grand Prix Marching Band Competition, juara 2 divisi sekolah di Jakarta.
Pada tahun 2009 tampil di Istana Negara saat penurunan bendera upacara HUT Kemerdekan 17 Agustus.
Kemudian tahun 2010 ikut GPMB juara 2 divisi sekolah, lanjut 2011 Langgam Bali Competition juara 1, dan 2012 GPMB juara 3 divisi sekolah.
Pada perlombaan terakhir ini, Tika dipercayai sebagai komandan di organisasi MB.
Awal tertarik bergabung di MB karena waktu masih kecil Tika pernah beberapa kali nonton penampilan MB di kantor gubernur Riau setiap penurunan bendera pada 17 Agustus.
Terrnyata latihan MB itu berat sebab konsep sebenarnya MB semi militer. Pernah terbersit di fikirannya untuk keluar dari MB, tapi karena rasa kebersamaan yang tinggi ia mengurungkannya.
"Saya sering nonton marchin band tampil waktu kecil dan ingin ikut main. Terakhir saya bisa ikut dan tampil sampai ke tingkat nasional," ucap anak ketiga dari tiga bersaudara ini.
Tika banyak belajar mengatur waktu dalam latihan, belajar, dan les sehingga tidak ada yang ketinggalan.
Dengan konsep latihan seperti itu, karakternya terbangun dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain.(*)
Komentar Anda :