BANGAI.ID, PAYAKUMBUH - Nama Walikota Payakumbuh Riza Falepi sudah lama masuk dalam bursa bakal calon Gubernur untuk Pilkada Sumatra Barat (Sumbar) 2020. Politisi PKS menjadi kandidat yang diperhitungkan dalam kancah perpolitikan di ranah Minang.
Hal ini tidak terlepas dari sosok Riza Falepi yang dikenal selama ini sebagai Walikota yang penuh inovasi dan banyak prestasi baik di tingkat Provinsi maupun Nasional tentunya.
Walikota dua periode yang masa jabatan periode keduanya berakhir 2022 ini, ternyata sudah membulatkan tekad untuk berjuang maju sebagai bakal calon di Pilkada Sumbar.
Meskipun sebelumnya ia sempat berpikir tidak ingin menjadi pejabat lagi (Kepala Daerah), namun ada yang membuat dirinya untuk tetap ikut bertarung di Pilkada Sumbar, yakni banyaknya dorongan dari banyak pihak di Sumbar.
Soal kalah dan menang bagi Riza Falepi tidak akan menjadi permasalahan, namun dirinya akan berjuang untuk maju menjadi pemimpin di Sumatera Barat.
"Saya awalnya sudah ingin berhenti jadi pejabat, cukup sampai walikota saja, tapi karena desakan kawan-kawan, saya berjuang, soal hasil kalau menang ya tidak apa-apa, dan kalau kalah juga nanti tidak apa-apa,"ujar Riza Falepi saat berbincang Minggu (9/2/2020).
Bagi Riza Falepi, dorongan dari banyak pihak tersebut membuatnya harus bisa berjuang untuk serius mengikuti Pilkada. Karena itu merupakan amanah dari masyarakat di Sumatera Barat.
Nama Riza Falepi sendiri masuk dalam tiga nama kandidat Bakal calon Gubernur yang diusung PKS, yakni Tifatul Sembiring yang saat ini menjabat Ketua DPP Wilda Sumbagut, kemudian Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Payakumbuh Riza Falepi.
Bagi Riza Falepi prinsipnya mengalir saja dalam proses Pilkada di Sumatera Barat tersebut. Karena sudah diamanatkan banyak pihak untuk maju di Pilkada maka yang harus dilakukan adalah berjuang dan berusaha.
Saat ditanya soal komunikasi politik dengan partai lain dan kandidat lainnya, Riza Falepi mengatakan semuanya mengalir dan semuanya berproses. Termasuk komunikasi dengan Ninik mamak dan masyarakat di lapangan saat turun.
"Karena yang banyak kita tahu itu saat turun ke lapangan, komunikasi dengan semua pihak yang berkeinginan Sumatera Barat lebih maju kita kerjakan,"ujar Riza Falepi.
Sementara untuk pasangannya sendiri maju, juga sampai saat ini masih berproses dan semuanya berjalan dinamis, karena semua kemungkinan masih bisa terjadi.
"Saya tidak bisa menyebut kepastiannya, karena yang menentukan nanti di meja KPU (pendaftaran), calon beberapa sudah ada,"ujar Riza Falepi.
Sebagai walikota dua periode, menurut Riza Falepi menjadi Walikota dengan Gubernur ada perbedaan dalam menjadi pemimpin. Sehingga tidak bisa dijadikan tolak ukur jadi Walikota untuk menjadi seorang Gubernur.
Bagi Riza Falepi ada beberapa fokus dirinya untuk membenahi Sumatera Barat diantaranya mengurangi pemborosan anggaran, dengan melakukan pola penghematan penggunaan anggaran.
Kemudian menarik anggaran dari pusat ke daerah, bagaimana agar anggaran pemerintah pusat bisa mengalir banyak ke daerah untuk pembangun, karena diharapkan APBD daerah tidak besar.
Selanjutnya membuat investasi yang bisa memberikan efek kemasukan bagi daerah Sumatra Barat, seperti misalnya pembangunan tol yang dikelola oleh daerah.
Misalnya akses jalan menuju ke Bandara dan ke lokasi pariwisata yang selama ini memiliki banyak potensi di Sumatera Barat. Sehingga kata Riza Falepi, masyarakat yang biasanya berkunjung ke Sumbar dua kali setahun bisa meningkat menjadi empat kali setahun.
"Walikota dan Gubernur itu berbeda, namun yang penting membangun sinergitas untuk melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat tentunya, caranya tentunya kita punya cara masing-masing,"ujar Riza Falepi yang juga ketua DPD PKS Payakumbuh ini.(*)
Komentar Anda :